MAKNA RELIGIUS DARI ATRIBUT PAKAIAN TRADISIONAL LELAKI MEE DI PEGUNUNGAN PAPUA
(Nason Pigai, S. IP)
Apa makna religius dari atribut atau kelengkapan dari pakaian tradisional lelaki Papua ?
Berikut hasil wawancara dengan salah satu Bapa (JD) dari kelompok masyarakat Komunitas Adat di wilayah Adat Meepago Dogiyai.
A : Nason Pigai
Bapa JD tolong jelaskan makna atau arti dari atribut atau kelengkapan pakaian tradisional yang dikenakan kaum lelaki di wilayah pegunungan Papua ?
B : JD
Iniyaa maa maida makiyaido kouko diyo douya manaa (dou gai manaa) maa togiyawita. Migabai maki maiya, Kege ego maki maiya, Kagane maki maiya, Amapa maki maiya, Woti maki maiya, Koteka maki maiya, Koteka piti maki maiya.
- MIGABAI MAKI
Peu dimi wado tegai. Migabai miyo dapu atii peu dimiko. Enaa dimito wadogai. - KEGEGO MAKI
Peu manaa tewegai. Peu manaa wegapeko ogouda kuga kego gope ego yago yina gokitaka… ego gaku katito. - KAGANE MAKI
Mee wagi gane maa, omaa moti gane maa, kagane kouya yamo tagi atii. Ekowai ganeto awi. - AMAPA MAKI
Boko motine kaiya kouko benapa yamo tagi atii. Boko temoti. - WOTI MAKI
Woti makeige kouko emo kegepa tekai, wakiyo kegepa awi. Woti wakiya danite. - KOTEKA MAKI
Tii koteka makeige kouko dimi pinii tawi. Dimi woyakai. - KOTEKA PITI MAKI
Koteka pitii makeige kouko ini epo bida2, wawe tiya tiyake.
Demikian hasil wawancara dengan Bapa JD ihwal makna religius dari pemakaian atribut atau kelengkapan dari pakaian tradisional lelaki Mee di pegunungan Papua.
Intisari makna religius dari kelengkapan pakaian adat adalah simbol ajaran dan larangan yang memberi warning untuk bermoral atau beriman sesuai ajaran Touyee, agar hidup lestari dan abadi di muka bumi dan di akhirat.
Dengan arti pentingnya kelengkapan dari pakaian adat itu, maka leluhur senantiasa menyimpang di wadah khusus yang bernama “Kugo agiya” dengan barang2 sakral lain dalam rumah lelaki. Rumah lelaki adalah tempat sakral bukan profan, sehingga harus hati2 dalam pemanfaatan. Rumahku rumah Allah bukan tempat berjudi, bertogel; bukan bar; bukan tempat tonton video mesum (bioskop) dan seterusnya. Janganlah menodai rumah kehidupan yang dirancang Allah agar hidup itu eksis.
Semua obyek yang ada di lingkungan hidup Papuan, baik obyek hidup yang ada di lingkungan alam, lingkungan sosial maupun obyek hidup yang ada di lingkungan budaya ada makna plusnya yang mampu membuat hidup itu bermartabat, karena ber-arti atau ber-makna untuk kesempurnaan hidup.
Kita generasi penerus harus bertanggungjawab mengungkap semua misteri hidup Papuan yang masih tertidur lelap dalam tiap obyek hidup yang ada di lingkungan hidup kita, baik obyek hidup yang ada di lingkungan alam, lingkungan sosial maupun obyek hidup yang ada di lingkungan budaya itu.
Bangsa yang besar ialah bangsa yang sadar dan mencintai budayanya. Itulah akar atau pondasi berperadaban dari bangsa yang bermartabat. Semoga
